Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

Simulasi Blackjack


Berikut merupakan simulasi permainan black jack dengan menggunakan 1 deck kartu berjumlah 52 card.

Hoky
09410100009

Sabtu, 01 Oktober 2011

Linear Congruential Generators


Membangkitkan bilangan acak dengan metode Linier Congruential Generator (LCG) untuk i=0 sampai i=30.
a. n(i)=(7n(i-1)+5) mod(32);n(0)=7
b. n(i)=(5n(i-1)+11) mod(512);n(0)=535
c. n(i)=(5n(i-1)+11) mod(512);n(0)=???, saya ambil 999






Selanjutnya lakukan transformasi dari bilangan acak yang telah terbentuk dari ketiga persamaan di atas menjadi bilangan acak dengan distribusi uniform kontinyu dengan interval 0 sampai 10 dan juga bilangan acak dengan distribusi uniform disktrit dengan interval antara 0 dan 10.

Selasa, 20 September 2011

Sistem Pakar - Pertemuan 2

Tugas Sistem Pakar
Kebermanfaatan Rule-Based System dalam berbagai bidang

Manusia dapat difilosofikan sebagai sebuah information processing system. Dalam proses selanjutnya, pengetahuan dapat ditransformasikan melalui system tersebut dan akan diolah melalui berbagai rule(aturan).
Sebuah rule terdiri dari 2 bagian:
condition(antecedent)
conclusion(action,consequent)i.e:
IF (conditions) THEN (actions)

Antecedent:
bagian dari rule yang mendiskripsikan facts atau conditions yang harus dipenuhi rule
Consequent:
– menjelaskan facts yang akan dikonklusikan, atau
– action yang akan diambil atau konklusi yang akan dibuat

Keuntungan rule based system:
- Dapat digunakan di masalah kompleks yang sudah ada pakarnya
- Expressiveness and intuitiveness, Rules dapat dipahami oleh orang yang non-programmer
- Modularity and modifiability, individual rule dapat diubah maupun ditambah

sedangkan menurut

  1. Naturalness of Expression:Expert knowledge can often been seen naturally as rules of thumb.
  2. Modularity:Rules are independent of each other – new rules can beadded or revised later. Interpreter is independent from rules.
  3. Restricted Syntax:Allows construction of rules and consistency checking by other programs. Allows (fairly easy) rephrasing to natural language.
  4. The Problem-Solving Process:Frequent Rule Selection allows reasoner to continuously
    revise strategy, jumping from hypothesis to hypothesis. Multiple solutions is effectively pursued at one time.
Dalam pengembangannya, sampai saat ini banyak rule based system yang digunakan dalam sistem pakar, seperti contoh abstraksi dibawah ini:

Salah satu tindak pidana yang paling sering terjadi di Indonesia adalah dalam hal harta kekayaan. Undang-Undang di Indonesia yang mengatur tindak pidana untuk kasus harta kekayaan terdapat dalam KUHP yaitu pencurian, pemerasan dan pengancaman, penggelapan, penipuan, perusakan, penadahan, dan Undang-Undang Khusus Korupsi dan Pencucian Uang. Sistem Pakar dalam bidang hukum pidana berarti suatu sistem yang meniru cara berpikir seorang pakar konsultan hukum dalam menyelesaikan masalah pada bidang hukum. Aplikasi ini ini dirancang dengan penerapan rule based system dalam penyusunan knowledge base dan penelusuran data dengan menggunakan metode forward chaining. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi ini berjalan cukup akurat untuk pasal-pasal yang ada di dalam knowledge base pada aplikasi.


Hal tersebut merupakan penerapan RBS dalam hukum, contoh lainnya yang sudah populer antara lain:

SPE (Medical):
- IF The tracing pattern is “asymmetric gamma” AND the gamma quantity is normal THEN
the concentration of gammaglobulin is within the normal range.
MYCIN (Medical):
- IF The stain of the organism is grampos, AND The morphology of the organism is coccus, AND The growth conformation of the organism is chains THEN
There is suggestive evidence (0.7) that the identity of the organism is streptococus
TATR (Bombing airfields):
- IF The airfield does have exposed aircraft, AND the number of exposed aircraft in the airfield is greater than 0.25*the total nr of aircraft at that airfield
THEN Let the rating for bombing that airfield be EXCELLENT
Instruction systems:
- IF You believe the student considered a particular domain rule, AND that rule concludes a value present in the student’s conclusions, AND No other rule that mentions this value is believed to have been considered by the student
THEN increase the cumulative belief that the student considered this rule by 0.4

diatas beberapa contoh dalam penerapan rule based system dlm berbgai bidang, mulai akademik, militer, dan medis



Referensi

Yosafen. (2008, Januari). Penerapan Rule Based Expert System Dalam Tindak Pidana Untuk Permasalahan Harta Kekayaan (Materiil) | Yosafen | SKRIPSI S-1 TEKNIK INFORMATIKA. Dipetik September 19, 2011, dari SKRIPSI S-1 TEKNIK INFORMATIKA: http://karyailmiah.tarumanagara.ac.id/index.php/S1TI/article/view/1659

http://www.idi.ntnu.no/emner/it3706/slides/Lecture4.pdf

Luger, George; Stubblefield, William (2004). Artificial Intelligence: Structures and Strategies for Complex Problem Solving (5th ed.). The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc..

Minggu, 10 Oktober 2010

Resume 6

Case file

mebuat class dengan bentuk sbb:

Rental
1. pengadaan barang / koleksi
  • pembelian
  • pencatatan
  • bagian siap dirental

2. pembuatan member
  • pendaftaran member
  • update data member

3. transaksi / sirkulasi
  • peminjaman
  • pengembalian

4. maintenance
  • lihat data
  • update
  • delete

Rabu, 29 September 2010

Resume 5

Overloading
Method ini digunakan untuk membuat beberapa fungsi (method) dengan nama yang sama dan mengerjakan operasi yang sama. Tujuannya, programer tidak kesulitan dalam mengingat sebuah fungsi yang mirip.

Untuk membuat method overloading diperlukan setidaknya satu dari tiga syarat di bawah ini:

- jumlah argumen berbeda.
- tipe data argumen yang berbeda.
- urutan argumen yang berbeda.

Class Boundary adalah class yang bisa di tiadakan. Dalam arti class hanya digunakan jika di perlukan saja.

Destructor : lawan dari constructor

Selasa, 21 September 2010

Resume 4

1. Constructor = inisialisasi yang mempunyai arti
Ciri =
  • Nama sama dengan nama class
  • Tidak mengembalikan nilai / tidak retur value / tidak void
  • Bisa lebih dari 1 constructor atau contructor overloading
  • Constructor overloading = beda jumlah parameter
  • Public / private

2. Destructor=kebalikan dari constructor, tp jarang digunakan di java, tapi di bahsa C masih digunakan.

Diagram Classing

ada 2 panah yang perlu diperhatikan, inheritance dan asosiasi
Dimana inheritance adalah pewarisan.

Sabtu, 11 September 2010

Resume 3

Abstraksi = Filtering
Operation =
method
procedur
function
subprogram


Diagram Sequale terdiri dari :
  1. Nama class
  2. Attribute
  3. Method
Sequale adalah interaksi antar objek

KONSEP DASAR

  • Enkapsulasi (Encapsulation)
  • Abstraksi Data (Data Abstraction)
  • Penurunan (Inheritance)
  • Polimorfisme (Polymorphism)

ENKAPSULASI (PEMBUNGKUSAN)

  • Variabel dan method yang dipunyai suatu obyek, bisa ditentukan hak aksesnya.
  • Definisi enkapsulasi: Pembungkusan variabel dan method dalam sebuah obyek yang terlindungi.
  • Definisi enkapsulasi: menyembunyikan cara kerja dan sistem.

ENKAPSULASI

  • Contoh: jam tangan
    • Penting sekali untuk mengetahui waktu.
    • Cara jam mencatat waktu dengan baik antara jam bertenaga baterai atau bertenaga gerak tidaklah penting kita ketahui.
  • Dalam PBO, konsep enkapsulasi sebenarnya merupakan perluasan dari struktur dalam bahasa C.

ABSTRAKSI DATA

  • Abstraksi data adalah mengabstrakkan atau menyamarkan data-data yang ada.
  • Contoh : jam tangan
    • Orang tidak perlu tahu bagaimana cara jam mengatur dan merubah detik kemenit, atau menit ke jam.
    • Orang tidak perlu tahu siapa yang bertanggung jawab menggerakkan jarum jam.

Rabu, 08 September 2010

Resume 2

Operation
1.Nama operation
2.Parameter
3.Return type

Contoh penggunaan PBO
membuat tape radio
Bisa 2 Fungsi
yang pertama fungsi sebagai TAPE
yang kedua sebagai RADIO


class = Tape Recorder

Attribute = status , tombol , volume , speaker , power
Status = boolean = true =radio
false = tape player

Method = set mode / status () , set on / off () , set volume () , set type sound ()


TURUNAN RADIO


Class = Radio

Attribute = frekuensi , nama channel

Method = search () , search top () , search down ()


diturunkan menjadi class lain yang berfungsi sebagai tape player
Nama class = Tape Player

Attribute = tombol

Method = set tombol ()

Senin, 06 September 2010

Resume 1

Konsep dasar
Pemrograman beriorientasi obyek (Object Oriented Programming = OOP) berbeda
dengan pemrograman konvensional pada umumnya, PBO menggunakan objek yang spesifik pada masalah yang diselesaikan. Dalam PBO terdapat istlah Class dan Object. Kedua hal ini meupakan dasar pengertian dari PBO.

Object

Pada dasarnya semua benda yang ada di dunia nyata dapat dianggap
sebagai sebuah objek. Jika perhatikan lebih lanjut, pada dasarnya ada dua
karakteristik yang utama pada sebuah objek , yaitu :
  • Setiap objek memiliki atribut sebagai status yang kemudian akan disebut sebagai state.
  • Setiap objek memiliki tingkah laku yang kemudian akan disebut sebagai behaviour.
Contoh sederhananya adalah : objek sepeda
  • Sepeda memiliki atribut ( state ) : pedal, roda, jeruji, dan warna.
  • Sepeda memiliki tingkah laku ( behaviour ) : kecepatannya menaik,kecepatannya menurun, dan perpindahan gigi sepeda.
Dalam pengembangan perangkat lunak berorientasi objek, objek dalam perangkat lunak akan menyimpan state-nya dalam variabel dan menyimpan informasi tingkah laku ( behaviour ) dalam method-method atau fungsi-fungsi/prosedur.

Class

Class merupakan cetak biru(blue print) dari object,dengan kata lain sebuah Class menggambarkan ciri ciri object secara umum.

contohnya Suzuki Smash, Yamaha Vega, Honda Supra merupakan Class sepeda motor. Masing masing memiliki atribut(merk, tipe, berat, kapasitas bensin) dan method untuk mengakses pada data atributnya

Kamis, 13 September 2007

Resume 2

  • access operation :
    • digunakan untuk bisa mengakses attribute
  • manager operation :
    • bagaimana objek terbentuk dan ketika objek diremove
  • implementor operation:
    • `mencerminkan proses bisnis,bisa dikases oleh class lain
  • helper operation
    • hanya bisa diakses oleh class itu sendiri
Manager operation ada 2, contructor dan destructor.
Helper operation, apapun semua operation yang didepannya ada tanda private(-)

jadi,Class memiliki 4 "Access Modifier (visibility)" yaitu:
  1. Private (-)=class itu sendiri dana anaknya / turunannya tidak bisa mengakses
  2. Protected (#)= turunan dari private dan yang bisa akses adalah turunannya dan class itu
    sendiri
  3. Package (" ") public = 1 folder yang sama
  4. Public (+)= class manapun boleh mengaksesnya